Banyak programmer pemula melompati pendekatan native tanpa framework karena ingin cepat lihat hasil, padahal ini justru sering jadi sumber masalah di kemudian hari.
Langkah pertama biasanya dimulai dari memahami masalah yang ingin diselesaikan secara jelas, sebelum memikirkan teknologi atau bahasa pemrograman apa yang akan dipakai.
Setelah alur besar dipahami, memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan satu per satu akan membuat proses coding terasa jauh lebih ringan.
Dokumentasi singkat, bahkan cuma berupa komentar sederhana di bagian kode yang rumit, akan sangat membantu diri sendiri atau rekan tim di masa depan.
Pengujian sebaiknya dilakukan bertahap, bukan menumpuk semua fitur dulu baru dites di akhir — cara ini biasanya membuat bug lebih sulit dilacak sumbernya.
Menguasai pendekatan native tanpa framework sejak awal akan terasa manfaatnya justru ketika program sudah semakin besar dan kompleks.